Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan

29 Januari 2012

MILESTONE ( Part 2)


.................................
Adin memandangi Nara, adik semata wayangnya tergolek lemah di ranjang pesakitan. Ada rasa resah dihatinya yang tak mampu ia tahan. Lima hari lalu Nara koma setelah pingsan sehari karena kecelakaan motor yang dialaminya. Dokter memvonis pendarahan dibagian otak akibat benturan keras. Setelah operasi hanya ada harapan untuk menunggunya bangun. Tapi Tuhan mengujinya dengan cara seperti ini. Selama lima malam ini tak henti-hentinya ia membaca qur’an disamping adiknya berharap Nara mendengar dan keajaiban kecil terjadi. Ia sama sekali tak lelah berjaga. Adin tak tega membiarkan orang lain menjaga Nara. Mama, wanita itu baru bisa datang sehari lalu setelah menghilang berbulan-bulan di belahan dunia lain. Papa, orang tua itu tak kuasa Adin harapkan dengan amanahnya bersama keluarga barunya di Makassar. Adin sepenuhnya bersabar dengan kehidupannya dengan Nara serta Mbok Ibah ibu asuh mereka selama 8 tahun terakhir. Jika saja dimasa terpuruk hidupnya tak bersentuhan dengan islam, mungkin sejak itu ia membawa Nara pergi dan membenci kedua orangtuanya.
“ Bangunlah… Dik..’ pohonnya memelas
……………...
“Kenapa Ra? Ada yang ingin kamu sampaikan? Teman-teman menanyakanmu. Kemana saja Nara selama ini? Empat bulan!!! Vakum??” mba Rasti tutornya menginterogasi. Nara diam.